LWB7NWF8LGBdLGxcNaZ5MqRdNmMkyCYhADAsx6J=
MASIGNCLEANLITE103

Pembuatan Daftar Saldo & Pencatatan jurnal Penyesuaian

PENYUSUNAN LAPORAN KEUANGAN: PEMBUATAN DAFTAR SALDO & PENCATATAN PENYESUAIAN


DAFTAR SALDO SEBELUM PENYESUAIAN (DSSbP)


DSSbP berisikan: 

Saldo-saldo setiap akun yang ada di buku besar utama sebelum pencatatan penyesuain.



Tujuan: 

Untuk mengetahui saldo masing-masing akun dan mengecek terjaganya keseimbangan persamaan akuntansi.


PENCATATAN PENYESUAIAN


Lazimnya dilakukan pada akhir periode.

Terkait prinsip-prinsip dasar akuntansi, antara lain:

  1. Pencatatan Berbasis Akrual

  2. Penandingan Biaya (Kos) dengan Pendapatan

  3. Analisis Biaya (Kos) dan Manfaat


1. Pencatatan berbasis akrual

Berbasis akrual dimana Beban dan Penghasilan diakui ketika terjadi transaksi yang terkait dengan Beban dan Penghasilan.


Berbasis Kas, dimana Beban dan Penghasilan diakui ketika terjadi transaksi penerimaan dan pembayaran kas .


Contoh 

PT. Warni melakukan pekerjaan pengecatan gedung. Selama bulan pertama PT. Warni membayar tunai pembelian Cat Rp 10.000.000 dan membayar gaji karyawan Rp 5.000.000. pada akhir bulan PT. Warni mengirimkan tagihan senilai Rp 20.000.000 atas pekerjaan pengecatan gedung. Tagihan dilunasi oleh pemilik gedung pada pertengahan bulan kedua. 


Laba Rugi pada akhir bulan pertama dan bulan kedua menggunakan metode pencatatan, sbb:

Periode  & Deskripsi Singkat

Pencatatan Berbasis Akrual

Pencatatan Berbasis Kas

Bulan Pertama

Rupiah

Rupiah 

Pendapatan Beban Laba Rugi 

20.000.000

(15.000.000)

Laba:     5.000.000 

0

(15.000.000)

Rugi :        (15.000.000

Bulan Kedua

Rupiah

Rupiah

Pendapatan Beban  Laba Rugi 


0

0

0

20.000.000

(0) –

   Laba 20.000.000



2. Pengakuan pendapatan dan biaya

1. Prinsip Pengakuan Pendapatan 

Prinsip pengakuan pendapatan menyatakan bahwa pendapatan diakui pada periode diperolehnya pendapatan tersebut. 


Pada perusahaan jasa, pendapatan diakui telah diperoleh jika perusahaan telah menyerahkan jasa kepada konsumen tanpa memandang apakah perusahaan telah menerima kas atau belum. 


Namun, Bagaimana seandainya perusahaan telah menerima kas padahal jasanya baru akan perusahaan serahkan kepada konsumen di masa yang akan datang?


Dalam Kasus ini, penerimaan kas dari pelanggan harus dianggap sebagai kewajiban untuk menyerahkan jasa dimasa mendatang. 


Artinya perusahaan tidak boleh mengakui pendapatan ketika perusahaan belum menyerahkan jasa.


2. Prinsip Pengakuan Biaya

Dalam mengakui biaya, para akuntan berusaha untuk mengikuti pendekatan Biarkan Biaya mengikuti Pendapatan (Weygandt, 2008). 


Contoh, Bagi Perusahaan Salon Kecantikan, misalnya upah para kapster diakui sebagai biaya jika perusahaan telah menggunakan tenaga dan keahliannya untuk melayani pelanggan perusahaan. 


Artinya, gaji dan upah kapster menjadi biaya kalau perusahaan telah melakukan upaya pencapaian pendapatan.

Prinsip ini disebut Prinsip Penandingan. 

Prinsip ini diperlukan agar akuntansi dapat menyandingkan secara tepat antara biaya dan pendapatan sehingga laba dapat dilaporkan pada suatu periode. 


3. Analisis biaya dan manfaat (Kepraktisan)

Pencatatan akuntansi dilakukan sepanjang manfaat yang diperoleh lebih besar dibandingkan yang harus ditanggung untuk menghasilkan informasi akuntansi. 

Prinsip ini sering dikaitkan dengan prinsip kepraktisan (Suwardjono, 2002).


Contoh, Perusahaan mencatat penggunaan Supplies umumnya pada akhir periode. Metode pencatatan atas transaksi supplies digunakan karena konsumsi supplies dilakukan dalam jumlah kecil tetapi secara terus menerus. Sehingga dianggap tidak praktis jika pencatatan dilakukan setiap terjadi penggunaan Bahan habis pakai tersebut.



Pentingnya penyesuaian

Jurnal penyesuaian dibuat pada akhir periode akuntansi untuk memastikan bahwa:

  1. Pendapatan diakui pada periode diperolehnya pendapatan tersebut. 

  2. Biaya diakui pada periode terjadinya, yakni telah menjadi tanggungan perusahaan.

Intinya, Penyesuaian diperlukan untuk meyakinkan bahwa prinsip pengakuan pendapatan dan prinsip penandingan telah ditaati. 


JENIS-JENIS TRANSAKSI YANG PERLU PENYESUAIAN

1)  Pengakuan beban penyusutan 

Aset tetap berwujud umumnya mengalami penurunan fungsi karena digunakan oleh perusahaan untuk memperoleh penghasilan sehingga terjadi penurunan nilai aset tetap. Pencatatan penyesuaian terhadap pengakuan Beban penyusutan kendaraan A dicatat di akun Beban Penyusutan Kendaraan dan di akun kontra Akumulasi penyusutan kendaraan.  


2) Pengakuan Beban Bahan Habis Pakai

Akuntansi perusahaan umumnya melakukan pencatatan terhadap penggunaan Bahan habis pakai pada akhir periode saja karena pertimbangan kepraktisan. 


3) Pengakuan Sebagian Beban diBayar dimuka yang berubah menjadi Beban

Beban yang dibayar dimuka bagi akuntansi merupakan aset, karena perusahaan belum menerima manfaat dari pembayaran beban tersebut. Aset jenis ini akan berubah menjadi beban. Oleh karena itu pada akhir periode perusahaan menetapkan besarnya beban dibayar dimuka yang telah berubah menjadi beban dan pencatatan penyesuaian dilakukan untuk mengakui beban


5) Pengakuan Beban yang belum dibayar kas

Kadang kala perusahaan membayar beban setelah menikmati jasa yang diminta.  Maka dikatakan bahwa perusahaan melakukan pembayaran di belakang untuk suatu beban.  Sehingga pencatatan penyesuaian dilakukan untuk mengakui beban dan mengakui adanya utang beban.


6) Pengakuan Sebagian Pendapatan diterima dimuka yang berubah menjadi penghasilan. 

Pendapatan diterima dimuka adalah utang yang akan berubah menjadi penghasilan. Pendapatan diterima dimuka merupakan utang karena pada saat terjadi transaksi perusahaan belum memberi manfaat atas penerimaan kas tersebut namun sudah menerima kas. Sehingga pada akhir periode perusahaan menetapkan besarnya pendapatan diterima dimuka yang telah berubah menjadi penghasilan dan melakukan pencatatan penyesuaian untuk mengakui penghasilan tersebut.



Contoh Pencatatan Penyesuaian A

Diketahui:

Peralatan Kantor dibeli tanggal 1 Januari 2012 dengan harga perolehan Rp 10.000.000. Masa manfaat diperkirakan 9 tahun dengan nilai residu
Rp 1.000.000 pada akhir kesembilan. Penyusutan per tahun sama besar.

Diminta: 

  1. Berapa biaya peralatan kantor yang diakui sebagai beban penyusutan mesin pada tahun 2012

  2. Akun-akun apa saja yang berpengaruh

  3. Buatlah jurnalnya.


Contoh: Daftar Saldo Sebelum Penyesuaian


PT. HIKMAH ALAM

DAFTAR SALDO SEBELUM PENYESUAIAN

PER 31 Desember 2012

Nama Akun

Debit

Kredit

Kas

3.000.000


Piutang Usaha

2.000.000


Bahan Habis Pakai 

3.000.000


Dibayar dimuka beban sewa kenderaan

12.000.000


Peralatan kantor

10.000.000


Utang Usaha


1.000.000

Diterima dimuka pendapatan sewa


4.000.000

Modal Saham


14.000.000

Dividen

2.000.000


Pendapatan Usaha


20.000.000

Beban Gaji

7.000.000


Total

Rp   39.000.000

Rp   39.000.000


Jawaban :

  1. (10.000.000 – 1.000.000) / 9 = Rp 1.000.000

  2. Akun beban penyusutan peralatan kantor di Debit untuk mengakui alokasi biaya peralatan yang menjadi beban dan akun Akumulasi penyusutan peralatan kantor di Kredit untuk menampung pengurangan di Akun Peralatan Kantor

  3. Jurnal penyesuaiannya:


Tgl

Nama  Akun & Deskripsi singkat

Debit

(Rp)

Kredit

(Rp)

31/12

Beban Penyusutan Peralatan kantor

1.000.000


        Akumulasi Penyu. Peralatan kantor


1.000.000

(Penyesuaian mengakui alokasi kos peralatan kantor yang menjadi beban




Contoh Pencatatan Penyesuaian B

Diketahui: 

Perhitungan Fisik bahan habis pakai berupa alat tulis kantor di gudang menunjukkan nilai Rp 2.000.000. bahan habis pakai yang tersedia di gudang selama 1 periode adalah Rp 3.000.000.

Diminta :

  1. Berapakah bahan habis pakai yang diakui sebagai beban di tahun 2012

  2. Akun-akun apa saja yang terkait

  3. Buatlah jurnal penyesuaiannya


Jawaban:

  1. Rp 3.000.000 – 2.000.000 = Rp 1.000.000

  2. Akun Beban habis pakai di sebelah debit untuk mengakui terjadinya beban bahan habis pakai dan akun Bahan habis pakai di sisi kredit untuk mengakui pengurangan akun aset

  3. Jurnal Penyesuaiannya:


Tgl

Nama  Akun & Deskripsi singkat

Debit

(Rp)

Kredit

(Rp)

31/12

Beban Bahan Habis Pakai

1.000.000


          Bahan Habis Pakai


1.000.000

(Penyesuaian Bahan Habis Pakai)




Contoh Pencatatan penyesuaian C 

Diketahui: 

Beban iklan yang diakui untuk bulan Desember Rp750.000 belum dicatat maupun dibayar hingga akhir periode 2012. Perusahaan baru akan membayarnya pada minggu pertama bulan Januari 2013.

Diminta:

  1. Hitunglah beban iklan yang masih harus diakui & dicatat di penyesuaian (31/12/2012)

  2. Tunjukkan akun-akun yang terpengaruh, & bagaimana pengaruhnya.

  3. Lakukan pencatatan penyesuai & buku besar.


Contoh Pencatatan penyesuaian C 

Jawab:

  1. Rp750.000

  2. Akun Beban iklan bertambah disisi debet, Akun Utang iklan bertambah disisi kredit.

  3. Jurnal pencatatan penyesuain:


Penyelesaian B


Beban Iklan

Tgl

Keterangan

Debet (Rp)

31/12

Penyesuaian

750.000


Utang Iklan

Tgl

Keterangan

Kredit (Rp)

31/12

Penyesuaian

750.000


Jurnal Penyesuaian Akun Beban Iklan


Tgl

Keterangan

Debet (Rp)

Kredit (Rp)

31/12

Beban Iklan

750.000



Utang Iklan


750.000

(Penyesuaian: Beban Iklan terutang)




Jurnal Penyesuaian Utang Iklan


Tgl

Keterangan

Debet (Rp)

Kredit (Rp)

31/12

Beban Iklan

750.000



Utang Iklan


750.000

(Penyesuaian: utang iklan)



Contoh Pencatatan penyesuaian D 

Diketahui: 

Transaksi sewa kendaraan Tgl 1 Des 2012, dimana PT. Hikmah Alam membayar dimuka beban sewa kendaraan A sebesar  Rp12.000.000 untuk sewa selama 2 (bulan Desember 2012 & Januari 2013).

Diminta:

  1. Berapakah pembayaran dimuka beban sewa kenderaan yang diakui sebagai beban sewa kenderaan tahun 2012

  2. Akun-akun apa saja yang berpengaruh.

  3. Buatlah pencatatan penyesuain & buku besar.



Jawab:

  1. (Rp12.000.000 x 1/2) = Rp6.000.000

  2. Akun Beban sewa kendaraan bertambah di sisi debet, Akun Dibayar dimuka beban sewa kendaraan bertambah di sisi kredit.

  3. Jurnal pencatatan penyesuain:


Penyesuaian Akun Pembayaran dimuka


Tgl

Keterangan

Debet (Rp)

Kredit (Rp)

31/12

Beban sewa kendaraan

6.000.000



Dibayar dimuka beban sewa kendaraan


6.000.000

(Penyesuaian: Mengakui pembayaran dimuka yang menjadi beban)


Penyesuaian Akun Beban Sewa Kendaraan

Tgl

Keterangan

Debet (Rp)

31/12

(C) Penyesuaian

6.000.000


Penyesuaian Sewa dibayar dimuka

Tgl

Keterangan

Kredit (Rp)

31/12

(C) Penyesuaian

6.000.000


Contoh Pencatatan penyesuaian E 

Diketahui :

Transaksi sewa gudang PT. Hikmah Alam oleh pihak ke 3 terjadi tanggal 1 Juli 2012, dimana perusahaan telah menerima pembayaran dimuka sebesar Rp 4.000.000 untuk satu tahun (1 Juli 2012 s.d 30 Juni 2013).

Diminta:

  1. Berapakah penerimaan dimuka pendapatan sewa yang diakui sebagai penghasilan tahun 2012?

  2. Akun-akun apa saja yang berpengaruh

  3. Buatlah jurnal penyesuaiannya.


Jawaban:

  1. 4.000.000 x 6/12  =  Rp 2.000.000

  2. Akun diterima dimuka pendapatan sewa gudang di sisi debit untuk mengakui terjadinya pengurangan utang tersebut. Dan akun pendapatan sewa disisi kredit untuk mengakui terjadinya pendapatan yang berasal dari sewa gudang.

  3. Jurnal penyesuaiannya.


Tgl

Keterangan

Debet (Rp)

Kredit (Rp)

31/12

Diterima dimuka pendapatan sewa

2.000.000



Pendapatan sewa


2.000.000

(Penyesuaian: Mengakui pendapatan dari penerimaan dimuka pendapatan sewa)



DAFTAR SALDO SETELAH PENYESUAIAN (DSStP)

Aktivitas penyusunan setelah daftar saldo setelah penyesuaian (adjusted trial balance).

Isi: 

Saldo setiap akun pada tanggal tertentu yang ada di buku besar utama (general ledgers) setelah dilakukan pencatatan penyesuai. 

Tujuan: 

  • Untuk mengetahui saldo masing-masing akun & mengecek terjaganya keseimbangan persamaan akuntansi.

  • Untuk menjadi dasar bagi penyusunan laporan keuangan.



Contoh DSStP


PT HIKMAH ALAM

DAFTAR SALDO SETELAH PENYESUAIN

PER 31 DESEMBER 2012

Nama Akun

Debet (Rp)

Kredit (Rp)

Kas

3.000.000


Piutang Usaha 

2.000.000


Bahan Habis Pakai

2.000.000


DIbayar dimuka beban sewa kendaraan 

6.000.000


Peralatan kantor

10.000.000


Utang usaha


1.000.000

Diterima dimuka pendapatan sewa gedung


2.000.000

Modal saham


10.000.000

Saldo laba


2.000.000

Pendapatan usaha


20.000.000

beban gaji

7.000.000


Beban habis pakai

1.000.000


Beban iklan

750.000


Utang iklan


750.000

Beban sewa kendaraan

6.000.000

2.000.000

Pendapatan sewa gedung


2.000.000

Beban penyusutan peralatan kantor

1.000.000


Akumulasi penyusutan peralatan kantor


1.000.000

Total

38.750.000

38.750.000


Referensi: 

“Akuntansi Pengantar – Adaptasi IFRS”

Warsono-bin-Hardono dan Natalia (2011)

Share This Article :
Riman Lambase

I am a Digital Creator, Online Marketer. Suka Menulis, dan Mempelajari hal-hal baru mengenai, bisnis dan keuangan. Penulis berhasil meraih gelar Sarjana Ekonomi dengan fokus jurusan Akuntansi, yang melalui website ini penulis ingin sharing.

8660559609713086202